Cerita ini bermula dari anak sulung Cantona yang bernama Raphael. Ia menceritakan kelakuan ayahnya tersebut kepada salah seorang suporter MU lain, Jonathan Cruise, yang ditemuinya di Barcelona. Sepenuturan Cruise, kala itu Raphael bersama sang ayah tengah menonton laga terakhir Liga Primer Inggris antara City melawan Queen Park Rangers.
Semua berjalan tenang hingga menit terakhir, kedudukan antara City dan QPR masih seri 2-2. Tetapi gol dramatis Sergio Aguero di ujung detik membuat City menang 3-2 dan berhasil menjadi juara liga. Cantona sontak marah. Seketika, ia menendang meja yang ada di dekatnya hingga hancur.
"Meja tersebut hancur. Ia berkata ayahnya saat itu sangat marah dan juga sedih. Ia masih merasa yakin United dapat menjadi juara," cerita Cruise seperti dilansir Mirror.
"Pada mulanya kami bertemu di sebuah jalanan sekitar jam dua pagi. Ia (Raphael) meminta rokok kepadaku. Aku berikan ia sebatang, dan ia lalu bertanya darimana aku berasal.
"Ketika aku berkata 'aku dari Manchester', ia tersenyum. Lalu ia bertanya lagi apakah aku 'biru' (City) atau 'merah' (MU). Aku mengerti maksudnya, maka aku jawab 'merah'. Ia tersenyum mendengar jawabanku sembari berkata 'ayahku adalah raja di Manchester'. Ketika kutanya apa maksudnya, ia mengatakan bahwa ayahnya adalah Cantona.
"Kemudian ia bercerita tentang kejadian tersebut (Cantona menendang sebuah meja). Menurutku, apa yang dilakukan ayahnya adalah sebuah ekspresi betapa ia masih sangat mengidolai United.



0 comments:
Post a Comment