Lintasgoal.com-ALGIERS – Prancis yang (kembali) terpuruk di pentas internasional (Piala Dunia dan Euro), selalu banjir kritik. Mungkin yang paling keras keluar dari mulut Vahid Halilhodzic, mantan entraîneur (pelatih) Paris Saint-Germain dan Lille.
Tak tanggung-tanggung, Halilhodzic menyebut tim Prancis sebagai tim pesakitan yang tak sadar akan rasa malu di dua tahun belakangan ini. Di Piala Dunia 2010, mereka pulang disambut caci-maki, terlebih setelah menyeret problem internal yang mulai memperlihatkan karat dalam skuad.
Meski keadaan sedikit lebih baik di bawah asuhan Laurent Blanc (belakangan mundur dari kepelatihan), tapi tetap saja masalah yang sama ikut mereka bawa pulang seiring kegagalan di Euro 2012.
Bagaimana tidak disebut pesakitan tak tahu malu? Lihat saja bagaimana sepadannya perbandingan masalah internal dua tahun lalu dan saat ini. Samir Nasri menjadi sosok paling disorot setelah terlibat kericuhan dengan seorang jurnalis. Begitu pun kelakuan tiga pilar Les Bleus lainnya yang akhirnya dipanggil komisi disiplin FFF (PSSI-nya Prancis).
“Prancis adalah negara sepakbola yang besar tapi sudah sakit sejak dua tahun lalu,” ungkap Halilhodzic kepada EMC, Rabu (4/7/2012).
“Mereka masih tak sadar dan mengerti rasa malu yang pernah terjadi di Piala Dunia 2010 dan mereka tak mengurangi atmosfer negatif itu. Mereka gagal mengeliminasi segala yang keropos di dalam tim,” lanjut pembesut tim nasional Aljazair itu.
“Bahkan sebelum Euro pun kegagalan mereka sudah bisa diprediksi,” tandas pria kelajiran Jablanica (Yugoslavia/Bosnia-Herzegovina) 59 tahun silam tersebut.ALGIERS – Prancis yang (kembali) terpuruk di pentas internasional (Piala Dunia dan Euro), selalu banjir kritik. Mungkin yang paling keras keluar dari mulut Vahid Halilhodzic, mantan entraîneur (pelatih) Paris Saint-Germain dan Lille.
Tak tanggung-tanggung, Halilhodzic menyebut tim Prancis sebagai tim pesakitan yang tak sadar akan rasa malu di dua tahun belakangan ini. Di Piala Dunia 2010, mereka pulang disambut caci-maki, terlebih setelah menyeret problem internal yang mulai memperlihatkan karat dalam skuad.
Meski keadaan sedikit lebih baik di bawah asuhan Laurent Blanc (belakangan mundur dari kepelatihan), tapi tetap saja masalah yang sama ikut mereka bawa pulang seiring kegagalan di Euro 2012.
Bagaimana tidak disebut pesakitan tak tahu malu? Lihat saja bagaimana sepadannya perbandingan masalah internal dua tahun lalu dan saat ini. Samir Nasri menjadi sosok paling disorot setelah terlibat kericuhan dengan seorang jurnalis. Begitu pun kelakuan tiga pilar Les Bleus lainnya yang akhirnya dipanggil komisi disiplin FFF (PSSI-nya Prancis).
“Prancis adalah negara sepakbola yang besar tapi sudah sakit sejak dua tahun lalu,” ungkap Halilhodzic kepada EMC, Rabu (4/7/2012).
“Mereka masih tak sadar dan mengerti rasa malu yang pernah terjadi di Piala Dunia 2010 dan mereka tak mengurangi atmosfer negatif itu. Mereka gagal mengeliminasi segala yang keropos di dalam tim,” lanjut pembesut tim nasional Aljazair itu.
“Bahkan sebelum Euro pun kegagalan mereka sudah bisa diprediksi,” tandas pria kelajiran Jablanica (Yugoslavia/Bosnia-Herzegovina) 59 tahun silam tersebut.



0 comments:
Post a Comment