
Lintasgoal.com-KIEV - Pesta kembang api selama lima menit menutup pesta Euro 2012, tak lama setelah Spanyol mengangkat trofi di Olympic Stadium usai mengalahkan Italia 4-0 di partai final. Setelah malam itu, warga Kiev kembali menjalankan aktivitas biasa.
Sisa-sisa hajatan Euro, hanya terlihat di toko-toko olahraga di mana turis dan warga lokal antre membeli suvenir, yang tersisa untuk mengenang Euro 2012, yang sudah menjadi lembaran sejarah.
Pemerintah Kota Kiev mengklaim telah sukses menggelar hajatan besar itu. Klaim itu tidak berlebihan. Tapi harus dibilang, keberhasilan Ukraina bukan hanya milik organisator event, tapi juga seluruh warga Kiev, dan Ukraina.
Bila menengok ke belakang, sebelum hajatan digelar, Ukraina dipandang sebelah mata. Orang-orang lebih yakin dengan persiapan Polandia menggelar Euro 2012. Meski secara umum Polandia juga tidak bisa dikatakan gagal, namun insiden yang menodai pesta sepakbola Eropa edisi ke-14 ini justru terjadi di sana, ketika suporter Polandia dan Rusia terlibat bentrok, saat Euro 2012 baru berlangsung satu hari.
Kekhawatiran karena mencuatnya isu rasisme di Ukraina yang diembuskan media Inggris, bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Tak ada insiden rasisme. Warga Ukraina pun membuktikan kepada masyarakat internasional, bahwa negara mereka tidak seburuk yang dituduhkan media Inggris.
Harus diakui, selama hampir satu bulan, Ukraina menjadi media pesan “Respect” yang dititipkan UEFA. Di sini, sepakbola menjadi simbol persatuan. Perbedaan negara, bahasa dan warna kulit justru membuat suasana Euro semakin meriah.
Di setiap pertandingan, para suporter yang timnya saling berhadapan tidak segan saling rangkul, dan berpose bersama di depan kamera. Orang Asia, atau Afrika yang datang, sebagai turis ataupun jurnalis juga tidak jarang dikejar-kejar untuk dimintai foto oleh warga lokal. Perbedaan terasa indah di sini.
Ukraina boleh berbangga hati atas semua itu. Terlebih, sejarah kini mencatat, di tanah Ukraina, rekor emas Euro lahir. Kemenangan 4-0 atas Italia membuat Spanyol menjadi satu-satunya negara yang bisa merengkuh trofi Euro dua kali secara berturut-turut. Respect Ukraina!



0 comments:
Post a Comment