Lintasgoal.com-Jakarta - Politikus Demokrat Ramadhan Pohan mengaku sudah lama berkeinginan menjadi manajer tim nasional sepak bola. Hal ini menjadi salah satu alasan dia tidak menolak ketika Komisi Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunjuknya menjadi manajer timnas.
"Sebenarnya saya dari dulu ingin menjadi manajer tim nasional, melihat Pak Hasrul Azwar (politikus PPP) menjadi manajer Timnas U-21 saat turnamen di Brunei Darussalam lalu," kata anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat itu kepada Tempo saat ditemui di gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa 24 April 2012.
Ramadhan menjelaskan penunjukan dirinya adalah hasil rapat Komisi Eksekutif PSSI. Menurutnya, nama politikus asal Partai Keadilan Sejahtera Raihan Iskandar sempat masuk sebagai calon lain. "Tapi kemudian saya yang dipilih. Itu saja yang saya tahu," ujarnya.
Tugas manajer timnas, kata Ramadhan, memberikan motivasi agar tim tidak digempur dari luar serta mengamankan pemain dari faktor yang tidak baik. Ia menegaskan jabatan itu sebagai kancah pribadi. "Saya ingin menjadi kawan, bukan penguasa bagi Nil Maizar (pelatih timnas)," kata Ramadhan yang tidak ingin mencampuri keputusan pelatih soal pemain dan strategi. "Itu komitmen saya."
Penunjukan Ramadhan Pohan sebagai manajer timnas memunculkan perdebatan. Beberapa pihak menilai Ramadhan adalah "anak bawang" di sepak bola nasional. Tapi, di sisi lain, PSSI menilai pria berusia 46 itu sosok pencinta sepak bola berpengalaman. Saat ini ia menjabat Ketua Harian Komite Fair-Play PSSI sekaligus pendiri klub sepak bola Garap FC (Gardu Aspirasi Ramadhan Pohan Football Club). Klub itu adalah anggota Persepa Pacitan yang bermain di Divisi II PSSI.
Jangan Lupa Di Like Ya Gan
0 comments:
Post a Comment