Sepanjang putaran final Polandia-Ukraina, keduanya dikenal memiliki sistem pertahanan dan area penguasaan lapangan tengah yang handal, meski berbeda gaya.
Spanyol lebih dekat dengan unsur tiki taka, sementara Italia lebih pada gaya pragmatis, meski tetap terkontrol di kaki Andrea Pirlo. Artinya, barisan penyerang di kedua tim bukan semata- mata menjadi target man, namun bisa juga hanya sebagai destroyer.
Pakem itu pula yang membuat dua kubu yakin pertandingan akan berakhir dalam waktu normal alias 90 menit. Gelandang Italia, Riccardo Montolivo mengungkapkan, setelah kemenangan atas Jerman, timnya memiliki kesadaran tersendiri. "
Ternyata tim ini sangat ambisius dan seimbang. Artinya, sulit bagi tim lain untuk menembus area tengah dan belakang kami.
0 comments:
Post a Comment