Lintasgoal.com-MILAN – Legenda hidup Portugal, Barcelona, Real Madrid dan Inter Milan, Luís Figo, punya kepedulian besar terhadap talenta-talenta muda yang dewasa ini banyak bermunculan. Figo tak ingin bakat mereka sia-sia seperti yang pernah dialami Adriano Leite.
Figo pernah menjadi rekan setim Adriano, bomber kenamaan era awal 2000an, saat masih berseragam Nerazzurri. Figo mengaku terpukau dengan bakat yang dimiliki bomber berpostur tegap itu. Namun amat disayangkan, talenta Adriano tak diimbangi dengan dedikasi dan profesionalitas.
Adriano di masa jayanya, tertular virus selebritas yang menjerumuskannya pada masa-masa keterpurukan. Dunia malam membuatnya tak lagi tajam dan bahkan bobot badannya tak lagi mumpuni dan akhirnya terbuang dari Inter tahun 2009. Sejak saat itu, karier Adriano terlunta-lunta dan kini terdampar di kampung halamannya, Brasil, bersama Flamengo.
“Adriano menjadi contoh klasik tentang bagaimana caranya menyia-nyiakan dan menghancurkan talenta anda,” terang Figo kepada Placar, Minggu (18/11/2012).
“Bakat akan jadi hal nomor dua, apabila anda tidak menyeimbangkannya dengan dedikasi dan profesionalisme – dua hal yang tak dimiliki Adriano,” lanjut duta sepakbola bagi Inter Milan tersebut.
Di sisi lain, maestro yang fasih berbahasa Inggris, Italia, Spanyol dan Prancis selain bahasa ibunya – Portugis – itu, merujuk The Phenomenon Ronaldo Luiz Nazario de Lima, sebagai teladan bagaimana menjadi pesepakbola sukses.
“Ronaldo punya bakat yang luar biasa. Saat dia tak mengalami masalah fisik, dia pemain yang tak terbendung. Menurut opini saya, dia pemain terbaik dunia,” pungkas Figo.