Lintasgoal.com-Roma - Erik Lamela sedang on fire bersama AS Roma. Performa pemain muda Argentina itu diyakini meningkat karena Zdenek Zeman membuatnya bermain sesuai karakter dan keinginannya.
Musim lalu atau di musim pertamanya berkarier di Italia dan Roma, jebolan River Plate itu memang sudah langsung dipercaya dengan dizinkan secara reguler di tim pertama. Ia tampil 35 kali di liga, 29 di antaranya sebagai starter, dengan torehan enam gol plus sembilan assist.
Semestinya statistik itu tergolong baik untuk seorang rookie. Namun, seiring dengan buruknya penampilan Roma di musim itu, sepak terjang Lamela menjadi tidak terlalu 'wah'.
Perangainya pun masih labil. Ia pernah ribut dengan rekannya sendiri, Pablo Osvaldo, dan meludahi pemain Juventus Stephan Lichtsteiner. "Kami harus mengedukasi dia," demikian direktur olahraga Walter Sabatini sampai berkomentar.
Dari hal teknis, Lamela ternyata dinilai tak cocok dengan taktik pelatih Roma sebelumnya, Luis Enrique, yang mencoba menularkan gaya Barcelona ke Olimpico, dengan menitikberatkan permainan pada ball possession dan passing.
Setelah Enrique out dan Roma kembali mempekerjakan Zdenek Zeman, permainan Lamela mulai lebih matang. Indikatornya adalah, pria setinggi 183 cm itu bermain sangat produktif hingga pekan ke-11 musim ini.
Dari 10 kali diturunkan -- 9 kali dari menit pertama --, Lamela sudah mendulang tujuh gol, atau yang terbanyak dibanding rekan-rekannya yang lain.
Gol terakhir ia buat saat Roma mengalahkan Palermo 4-1 tadi malam, atau Senin (5/11/2012) dinihari WIB. Itu berarti ia selalu mencetak gol dalam lima laga Seri A berturut-turut. Menurut catatan statistik Infostrada, pemain Roma terakhir yang melakukan hal itu adalah Francesto Totti di tahun 2003!
Zeman yang fanatik pada pola 4-3-3 dan pendekatan all out attack, dinilai membuka ruang lebih besar pada Lamela untuk lebih berkreasi dalam memulai penyerangan ke pertahanan lawan. Apalagi Zeman juga punya sejarah dalam merevitalisasi penyerang-penyerang muda, dan Lamela masuk kategori itu.
"Aku harus berjuang keras di awal karierku di Italia. Taktik tak pernah jadi poin kekuatanku. Tapi aku sudah meningkat. Secara fisik juga begitu," ungkap Lamela beberapa waktu lalu.



0 comments:
Post a Comment