Lintasgoal.com-Persema Malang akhirnya berhasil memungkasi episode negatif di tiga pertandingan sebelumnya. Menjamu Bontang FC di Stadion Gajayana, kemarin sore, Persema berhasil menggamit poin sempurna perdananya musim ini dengan kemenangan 2-0 (1-0).
Gol tuan rumah dikreasi Emile Mbamba menit 20 dan digandakan Irfan Bachdim menit 70. Selain kemenangan pertama musim ini, laga ini juga sekaligus menjadi pertandingan kandang pertama bagi klub berjuluk Laskar Ken Arok. Gol Mbamba pun adalah gol pertamanya di kompetisi Indonesia Premier League (IPL) bersama Persema.
Selain itu, juga untuk pertama kalinya, Irfan Bachdim mengawali pertandingan di bangku cadangan. Ia baru masuk di babak kedua menggantikan M Kamri dan berhasil membuktikan dirinya masih dibutuhkan Persema. Sebelumnya Pelatih Slave Radovski berencana menghapus nama Irfan dari line up karena tindakan indispliner.
Kemenangan 2-0 sejatinya tidak mewakili penampilan Persema yang jauh dari sempurna. Kalau pun kemenangan mudah diperoleh, itu karena kualitas Bontang FC memang memprihatinkan. Bontang hanya mampu merepotkan tuan rumah di babak pertama, namun mereka habis di paruh kedua.
Persema yang memainkan pola 4-5-1 menempatkan Emile Mbamba sebagai striker tunggal. Skema ini mungkin akan berjalan baik seandainya lapangan tidak becek karena diguyur hujan. Umpan dari Bima Sakti maupun Ngon Mamoun menjadi tidak maksimal, demikian pula dribbling Reza Mustofa maupun Irfan Bachdim.
“Kondisi lapangan menyulitkan pemain untuk bekerja sama. Terpaksa umpan panjang harus dilakukan karena tak mungkin melakukan dribble. Banyak faktor yang membuat saya belum puas, tapi kemenangan ini sangat penting. Pemain pantas mendapatkannya karena sudah bekerja keras,” terang Pelatih Persema Slave Radovski selepas laga.
Soal Irfan Bachdim yang akhirnya dimainkan walau sebelumnya ada rencana diparkir, Slave mengatakan lebih melihat kebutuhan tim. Bagaimana pun juga Irfan sudah diberi sanksi dan dirinya melihat Irfan baru pertama kali melakukan indispliner sejak bergabung Persema.
Slave mengakui permainan sore tadi bukan panampilan terbaik timnya, terutama jika dilihat dari efektifitas melakukan serangan. Beberapa kali serangan dan peluang gagal karena salah komunikasi atau kurang tenang. Misalnya kesalahan Tommy Pranata yang gagal menendang bola walau sudah di bibir gawang.
Sementara, pelatih Bontang FC Edi Simon mengatakan pemainnya banyak kehilangan momentum di babak pertama. Padahal jika lebih konsentrasi, menurutnya, pemain bisa menciptakan gol di babak pertama. Selain mengakui permainan Persema lebih baik, kondisi lapangan juga terlalu sulit untuk bermain.
Kekalahan ini membuat Bontang FC tetap tidak beranjak di papan bawah klasemen sementara IPL dengan dua angka, menemani Persijap Jepara. Sedangkan Persema yang mengoleksi empat angka, berhasil memperbaiki posisi dengan merangsek ke papan tengah-bawah.
Gol tuan rumah dikreasi Emile Mbamba menit 20 dan digandakan Irfan Bachdim menit 70. Selain kemenangan pertama musim ini, laga ini juga sekaligus menjadi pertandingan kandang pertama bagi klub berjuluk Laskar Ken Arok. Gol Mbamba pun adalah gol pertamanya di kompetisi Indonesia Premier League (IPL) bersama Persema.
Selain itu, juga untuk pertama kalinya, Irfan Bachdim mengawali pertandingan di bangku cadangan. Ia baru masuk di babak kedua menggantikan M Kamri dan berhasil membuktikan dirinya masih dibutuhkan Persema. Sebelumnya Pelatih Slave Radovski berencana menghapus nama Irfan dari line up karena tindakan indispliner.
Kemenangan 2-0 sejatinya tidak mewakili penampilan Persema yang jauh dari sempurna. Kalau pun kemenangan mudah diperoleh, itu karena kualitas Bontang FC memang memprihatinkan. Bontang hanya mampu merepotkan tuan rumah di babak pertama, namun mereka habis di paruh kedua.
Persema yang memainkan pola 4-5-1 menempatkan Emile Mbamba sebagai striker tunggal. Skema ini mungkin akan berjalan baik seandainya lapangan tidak becek karena diguyur hujan. Umpan dari Bima Sakti maupun Ngon Mamoun menjadi tidak maksimal, demikian pula dribbling Reza Mustofa maupun Irfan Bachdim.
“Kondisi lapangan menyulitkan pemain untuk bekerja sama. Terpaksa umpan panjang harus dilakukan karena tak mungkin melakukan dribble. Banyak faktor yang membuat saya belum puas, tapi kemenangan ini sangat penting. Pemain pantas mendapatkannya karena sudah bekerja keras,” terang Pelatih Persema Slave Radovski selepas laga.
Soal Irfan Bachdim yang akhirnya dimainkan walau sebelumnya ada rencana diparkir, Slave mengatakan lebih melihat kebutuhan tim. Bagaimana pun juga Irfan sudah diberi sanksi dan dirinya melihat Irfan baru pertama kali melakukan indispliner sejak bergabung Persema.
Slave mengakui permainan sore tadi bukan panampilan terbaik timnya, terutama jika dilihat dari efektifitas melakukan serangan. Beberapa kali serangan dan peluang gagal karena salah komunikasi atau kurang tenang. Misalnya kesalahan Tommy Pranata yang gagal menendang bola walau sudah di bibir gawang.
Sementara, pelatih Bontang FC Edi Simon mengatakan pemainnya banyak kehilangan momentum di babak pertama. Padahal jika lebih konsentrasi, menurutnya, pemain bisa menciptakan gol di babak pertama. Selain mengakui permainan Persema lebih baik, kondisi lapangan juga terlalu sulit untuk bermain.
Kekalahan ini membuat Bontang FC tetap tidak beranjak di papan bawah klasemen sementara IPL dengan dua angka, menemani Persijap Jepara. Sedangkan Persema yang mengoleksi empat angka, berhasil memperbaiki posisi dengan merangsek ke papan tengah-bawah.
http://bola.okezone.com/read/2012/01/15/49/557507/irfan-cetak-gol-persema-akhiri-paceklik-kemenangan
0 comments:
Post a Comment