LintasGoal.com-Manchester United kembali bertarung di Premier League pada Sabtu (14/1) lusa menghadapi Bolton Wanderers di Old Trafford. Moral tim sedang di titik tertinggi dalam menyongsong Derby Lanchasire ini.
Kemenangan United di Derby Manchester, Minggu (8/1) lalu, sungguh klasik. Semua yang dibutuhkan untuk dikenang menjadi partai klasik ada di laga tersebut: banyak gol, kartu merah, penalti, hingga blunder ada di Stadion Etihad. Tapi, akhirnya laga tersebut akan lebih dikenang sebagai come backnya Paul Scholes ke lapangan hijau.
Mungkinkah Scholesy—panggilan akrab Scholes—diturunkan Sir Alex Ferguson sejak awal? Beranikah Sir Alex menduetkan Scholes dan Ryan Giggs di sentral permainan United? Ini bukan soal berani atau tidak dan tampaknya Sir Alex lebih condong menduetkan Anderson-Michael Carrick mengingat Giggs diforsir selama 90 menit saat derby lalu serta Scholesy belum cukup fit bermain sejak awal.
Bila ingin meneruskan momentum bagus ini, Setan Merah harus bermain sabar. Bolton pasti akan menempatkan ‘pesawat Airbus’ di depan penjaga gawang Jussi Jaaskelainen. 10 pemain The Trotters pasti akan menumpuk di depan kotak penalti mereka sendiri dan hanya menyisakan seorang Ivan Klasnic, David N’Gog, atau Kevin Davies sendirian di depan.
Tapi, kunci bila United ingin meraih kemenangan adalah gol cepat. Kemenangan 2-0 atas QPR tiga pekan lalu (18/12) diawali oleh gol cepat Wayne Rooney di menit kedua. Saat mengalahkan Fulham 5-0 di Craven Cottage (22/12), Danny Welbeck mencetak gol di menit kelima. Kala menekuk Wigan 5-0 di Old Trafford (26/12), giliran Park Ji-Sung yang mencetak gol cepat di menit kedelapan. Terakhir, saat membungkam Manchester City, Rooney membawa United unggul di menit ke-10.
Sebaliknya, bila Bolton yang mencetak gol lebih dulu maka mereka berpeluang mengikuti jejak Blackburn Rovers. Saat dikalahkan Basel 1-2 di St. Jakob Park (8/12), Marco Streller mencetak gol di menit kesembilan. Begitu pula, saat Yakubu Aiyegbeni mencetak gol di menit ke-16, Blackburn menang 3-2 di Old Trafford (31/12). Demba Da mengulang hal tersebut saat mencetak gol di menit ke-33 untuk membawa Newcastle unggul 3-0 di St. James Park (5/1).
Jadi, jangan pernah meremehkan Bolton karena siapapun yang mencetak gol lebih dulu, dialah yang akan membawa pulang tiga poin. Meski, pada akhirnya United lebih berpeluang untuk menang sekaligus menyamai perolehan 48 poin City.
Rekor empat pertemuan terakhir di Old Trafford:
2010/2011:
19/3/2011 Premier League Manchester United 1 – 0 Bolton (Berbatov 88’)
2009/2010
17/10/2009 Premier League Manchester United 2 – 1 Bolton (Knight 5’ (OG), Valencia 33’; Taylor 75’)
2008/2009
27/9/2008 Premier League Manchester United 2 – 0 Bolton (Ronaldo 60’ (P), Rooney 77’)
2007/2008
20/3/2008 Premier League Manchester United 2 – 0 Bolton (Ronaldo 9’, 19’)
Prakiraan formasi:
Manchester United (4-4-2): 34-Lindegaard; 12-Smalling, 4-Jones, 5-Ferdinand, 3-Evra; 25-Valencia, 16-Carrick, 8-Anderson, 17-Nani; 10-Rooney, 19-Welbeck.
Absen: Fletcher, Owen, Cleverley, Vidic.
Bolton (4-1-4-1): 22-Jaaskelainen; 2-Steinsson, 12-Knight, 5-Cahill, 4-Robinson; 19-Reo-Coker; 7-Eagles, 6-Muamba, 16-Davies, 10-Petrov; 24-N’Gog.
Absen: Mears, Davis, Alonso, Holden, Chung-Yong.
Kemenangan United di Derby Manchester, Minggu (8/1) lalu, sungguh klasik. Semua yang dibutuhkan untuk dikenang menjadi partai klasik ada di laga tersebut: banyak gol, kartu merah, penalti, hingga blunder ada di Stadion Etihad. Tapi, akhirnya laga tersebut akan lebih dikenang sebagai come backnya Paul Scholes ke lapangan hijau.
Mungkinkah Scholesy—panggilan akrab Scholes—diturunkan Sir Alex Ferguson sejak awal? Beranikah Sir Alex menduetkan Scholes dan Ryan Giggs di sentral permainan United? Ini bukan soal berani atau tidak dan tampaknya Sir Alex lebih condong menduetkan Anderson-Michael Carrick mengingat Giggs diforsir selama 90 menit saat derby lalu serta Scholesy belum cukup fit bermain sejak awal.
Bila ingin meneruskan momentum bagus ini, Setan Merah harus bermain sabar. Bolton pasti akan menempatkan ‘pesawat Airbus’ di depan penjaga gawang Jussi Jaaskelainen. 10 pemain The Trotters pasti akan menumpuk di depan kotak penalti mereka sendiri dan hanya menyisakan seorang Ivan Klasnic, David N’Gog, atau Kevin Davies sendirian di depan.
Tapi, kunci bila United ingin meraih kemenangan adalah gol cepat. Kemenangan 2-0 atas QPR tiga pekan lalu (18/12) diawali oleh gol cepat Wayne Rooney di menit kedua. Saat mengalahkan Fulham 5-0 di Craven Cottage (22/12), Danny Welbeck mencetak gol di menit kelima. Kala menekuk Wigan 5-0 di Old Trafford (26/12), giliran Park Ji-Sung yang mencetak gol cepat di menit kedelapan. Terakhir, saat membungkam Manchester City, Rooney membawa United unggul di menit ke-10.
Sebaliknya, bila Bolton yang mencetak gol lebih dulu maka mereka berpeluang mengikuti jejak Blackburn Rovers. Saat dikalahkan Basel 1-2 di St. Jakob Park (8/12), Marco Streller mencetak gol di menit kesembilan. Begitu pula, saat Yakubu Aiyegbeni mencetak gol di menit ke-16, Blackburn menang 3-2 di Old Trafford (31/12). Demba Da mengulang hal tersebut saat mencetak gol di menit ke-33 untuk membawa Newcastle unggul 3-0 di St. James Park (5/1).
Jadi, jangan pernah meremehkan Bolton karena siapapun yang mencetak gol lebih dulu, dialah yang akan membawa pulang tiga poin. Meski, pada akhirnya United lebih berpeluang untuk menang sekaligus menyamai perolehan 48 poin City.
Rekor empat pertemuan terakhir di Old Trafford:
2010/2011:
19/3/2011 Premier League Manchester United 1 – 0 Bolton (Berbatov 88’)
2009/2010
17/10/2009 Premier League Manchester United 2 – 1 Bolton (Knight 5’ (OG), Valencia 33’; Taylor 75’)
2008/2009
27/9/2008 Premier League Manchester United 2 – 0 Bolton (Ronaldo 60’ (P), Rooney 77’)
2007/2008
20/3/2008 Premier League Manchester United 2 – 0 Bolton (Ronaldo 9’, 19’)
Prakiraan formasi:
Manchester United (4-4-2): 34-Lindegaard; 12-Smalling, 4-Jones, 5-Ferdinand, 3-Evra; 25-Valencia, 16-Carrick, 8-Anderson, 17-Nani; 10-Rooney, 19-Welbeck.
Absen: Fletcher, Owen, Cleverley, Vidic.
Bolton (4-1-4-1): 22-Jaaskelainen; 2-Steinsson, 12-Knight, 5-Cahill, 4-Robinson; 19-Reo-Coker; 7-Eagles, 6-Muamba, 16-Davies, 10-Petrov; 24-N’Gog.
Absen: Mears, Davis, Alonso, Holden, Chung-Yong.
0 comments:
Post a Comment